Tampilkan postingan dengan label i remember laleh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label i remember laleh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

sekedar repost ... agar abadi di dunia lain


Jeremy sayang,

Kau benar, mungkin sebaiknya aku mulai talak tiga segala label kecerdasan dan pertemanan. 
Benar, memang hanya sunyi dan tentu saja dirimu yang benar-benar setia. 
Kau tahu itu khan?

Benar apa kata Vadag di 3 november 2004 yang lalu:
(tak banyak arab yg berani berpikir maju sekaligus menahan gejolak hati-1 inci berhenti sebelum menjadi takabbur dan besar kepala......aku hanya menyayangkan potensimu, aida........seorang wanita adalah seorang aib sejarah, asalah tugasnya untuk 'meledakkan' kontroversi itu. kau adalah hulu ledakku. jgn kecewakan aku dengan hanya menjadi narsis standard, kau lebih dari segala sesuatu yg kutakutkan.........)

V, aku membutuhkan dirimu menampar otakku agar berhenti sejenak dan kutenang kembali. 
Hiks ...

Valhalland, 15 Mei 2007

gairah tak terucap


ZELIKHA dalam 'I Remember LALEH'

“Ketakutan menghambat kita dalam mengungkapkan sifat-sifat kita yang sesungguhnya. Ketakutan membuat kita mersa sendirian di alam semesta yang penuh permusuhan. Ketakutan menawarkan perpisahan, dominasi, kecemburuan, iri hati, sikap defensif, dan kebencian sebagai cara-cara untuk menghadapi dunia. Tetapi pilihan apa yang kita miliki?”

“Kebenaran, cinta, kebersamaan, perdamaian, perasaan welas asih, kerjasama, rasa bersyukur, tanggung jawab, dan resiko. Kita sudah melihat apa yang dihasilkan dari rasa takut, lantas mengapa tidak mengambil kesempatan untuk keberanian dan bertanggung jawab?”


(Ch. Unspoken Passion)