Tampilkan postingan dengan label valhalland. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label valhalland. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2018

Guru berpulang ... selamat jalan pak Hernowo Hasim ...

Suasana Ramadhan dan Jumat, mendengar kabar kalau Guruku, pak Hernowo Hasim telah berpulang: Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un. Semoga keluarganya yang ditinggal diberi ketabahan yang berlimpah dan pak Hernowo kini berpulang dengan tenang. Lama tidak lagi bercakap belum tentu kita tidak terikat. Setiap saat, petuah dan nasihat dari beliau, melekat. Setiap hari, seperti yang selalu beliau ujar dalam warisan kitab-kitab aturan menulis dan mengikat makna; jangan sampai tidak menulis (mengikat makna yang bertebaran di alam).

Ada banyak wawasan yang beliau bagi dengan kita semua. Hal itu membuat kegilaanku akan menulis dan membaca pun menjadi-jadi! Kegiatan membaca menjadi sebuah ritual sakral yang mana buku bukan cuma dibaca, tapi diulas kembali dalam bentuk tulisan. Karena aku lebih menyukai kegiatan menulis dengan tangan, semua tulisan itu tertuang dalam jurnal-jurnal harian. Tertimbun nyaman untuk kemudian jika jari ini menemukan waktu yang tepat, akan kembali memberanikan melahirkan kitab. Selamat Jalan, Guruku. Budi baikmu, terikat denganku (kita semua) sepanjang masa. Terima Kasih.

Jumat, 03 Februari 2017

Ketika (Anak kecil yang ngeLucid) =)



Pagi-pagi kalau bangun tidur, aku musti tanya 'Suhaila mimpi apa tadi malam?' (((please jangan ditanya mengapa bangun tidur engga baca doa atau sholat dulu? karena engga kuceritakan saja. lagi mau fokus dunia mimpi))). Dia mulai sadar mimpi sejak umur 4 tahun, saat mulai paham kalau tidur itu mendapatkan pengalaman yang berbeda dengan kehidupan saat tidak tidur. Dia awal dulu pernah cerita main di sebuah rumah, tapi bukan rumah ini cuma ada keluarga lengkap di situ. Tapi aneh, kata dia, kalau rumahnya kok beda ya? Dia juga bilang pas bangun, sudah ga ada rumahnya. Saat itu baru kujelaskan tentang: Mimpi. 'Ya, itu namanya mimpi. Jadi suhaila bisa jalan-jalan dan main di dunia mimpi ... saat Suhaila tidur.'

Lambat laun dia tanpa ditanya pun langsung cerita semalam mimpi ini dan itu. Tema besarnya antara: mimpi indah dan mimpi buruk. Pernah beberapa kali lucid, seperti tadi malam, dia mendapati Lucid Dream, dia bilang kalau dia tengah berpetualang dengan teman-teman sekolahnya, dan saat itu ada sebuah kejadian sebuah benda masuk ke dalam ember yang besar, anak-anak yang lain kesusahan mau ambil. 'Engga ada tools', kata dia. 'Trus aku harus berpikir pakai apa ambilnya, tiba-tiba ada tools-nya mickey mouse dan ada alat buat ambil bendanya. akhirnya bisa.'

Lucid! 

Dunia lucid merupakan dunia dimana mimpi bisa kita kontrol. Panjang dunia itu ya sepanjang kita bisa mengatasi kesulitan saat berada dalam mimpi. Lucid dream adalah sadar bahwa kita berada dalam mimpi, dan untuk bisa sampai ke sana butuh tahapan-tahapan; kita tidak langsung  berada di kemampuan untuk sadar kalau kita sedang mimpi, tapi mulai mengalami kemampuan bisa mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam mimpi. Lamalama kita akan sadar bahwa kalau kita berada dalam dunia mimpi dan mulailah bereksperimen macam-macam. 

Cara untuk mulai mengelola Lucid Dream diantaranya:

 Menulis buku mimpi

Nah, karena Suhaila(6 tahun) masih belum lancar baca dan tulis (plz don't judge her ya. dia tengah berusaha untuk belajar menulis dan membaca he he he) maka aku membantunya mencatat jurnal mimpi dan buku harian dia. Ruang belajarku dan anak-anak berada dalam kamar, jadi ketika fresh baru bangun tidur, suka aku pijat-pijat jemari kaki biar rilex sambil kutanya pelan-pelan, 'semalam mimpi apa?' nanti dia akan cerita dengan segala mood yang ada. Yang penting, mimpi sudah ku'pancing' dan kusimpan dalam buku sesaat setelah selesai dia cerita. 

Memberikan afirmasi positif saat mau tidur

Biasa kalau mau tidur habis doa itu kadang kukasih obrolan, kalau nanti mimpinya engga enak, jangan takut, bisa diubah kok sesuai yang Suhaila mau. Ini kalau istilah kerennya: 'Aku sadar kalau aku bermimpi' dulu umur 4 atau 5 tahun masih belum paham arti kata 'Sadar' dan penggunaannya. Nah sejak umur 6 tahun ini mulai dikenalkan arti kata 'sadar' setidaknya saat kubilang: 'Aku sadar kalau aku bermimpi' dia sudah paham maksudnya. Hasilnya, ya dia sering cerita kalau dia tahu itu mimpi tapi sering kali cerita: 'engga bisa keluar dari mimpinya, uma!' Ha Ha Ha ... serem juga ceritanya. 
Sebagai tambahan, kalau saat dia terlelap di satu jam awal dia pejam mata, suka aku kasih afirmasi: 'Jadi lebih tenang, jangan mudah marah, jangan mudah sedih dan sakit hati ya.' Soalnya akhir-akhir ini dia dan teman-temannya mulai saling menularkan gejolak jiwa mudah tersinggung, marah, sakit hati dan sedih. Ha ha Ha ha .... darimana ku tahu? ya Suhaila suka cerita saat di sekolah ada beberapa teman yang kadang suka nangis, marah, sedih saat bermain, bersendau-gurau atau saat gurunya nge-jokes. Ku melihatnya semacam tidak oke kalau 'moody'nya berlebihan. Ini baru berjalan 3 minggu treatmentnya semoga berhasil. Tapi sadar kalau ini bukan hal yang mengerikan, namanya juga anak-anak. Kita aja yang dewasa sampai umur 50 tahun lebih aja masih susah kontrol suasana hati khan? ☺


Sabtu, 09 Januari 2016

Berada di sebuah anjungan kapal dan ternyata Terrarium itu selama ini adalah .... !!!

Saat itu gelap sekali rupanya salah seorang anjungan kapal mematikan semua lampu dan hanya lampu layar saja yang menyala. Aku terbangun karena gelap memanggil. Saat kuhendak menyalakan lampu seseorang melarangku. Rupanya sedang ada pertemuan. Mereka hendak menyerang pemberontak dan menyelamatkan penduduk di sektor A. Komandan pertama melarangku untuk bercerita ke komandan kedua yang saat ini tengah bertugas di belakang. Pintu anjungan utama di tutup dan semua siap untuk melesat dengan pesawat luar angkasa kecil yang berjumlah 5 buah yang sudah siap ditunggangi; mereka hanya menunggu perintah komandan Pertama. 

Aku duduk tenang dengan kedua anakku, Haila dan Habiba. Tak lama kemudian terdengar sebuah sirine berbunyi. Sepertinya mereka harus segera melesat pergi tapi satu orang bermasalah karena ada pembantu komandan Kedua yang tiba-tiba masuk ke anjungan dan 'bang bang bang!' seorang petugas keamanan perempuan menembak pembantu komandan Kedua dan langsung mereka menjalankan rencana semula seolah tak ada yang terjadi. Semua orang pergi, tinggallah aku sendiri di anjungan bersama anak-anakku. 

... di hadapanku ada sebuah Terrarium berbetuk botol silinder dan berisi bunga bakung warna putih, segar dan merekah. Sebelum komandan pergi dia berpesan untuk merawatnya. tak lama kemudian komandan Kedua masuk anjungan pertama dan menggeledah semua ruangan dan akhirnya mendapatiku bertiga dengan anak-anakku. Aku tenang sekali saat itu. Aku merasa kalau aku takut nanti anak-anakku akan merasa gusar dan rewel. Mereka nampak tenang menikmati sarapan saat Komandan kedua mencecarku denagn banyak pertanyaan. 

- kemana yang lain? 
+ tidak tahu
- sejak kapan anjungan kosong?
+ tidak tahu karena aku sibuk merawat Terrarium2 di balkon

komandan Kedua marah luar biasa dan mengancam akan merusak Terrarium2 itu. Aku pun diam saja. 

- dengan apa kalian komunikasi?
+ dengan layar utama

aku berbohong. aku berkomunikasi dengan Komandan pertama dengan sebuah Terrarium -- bunga bakung warna putih. 

layar utama dirusak oleh Komandan Kedua. mereka memutuskan semua alat komunnikasi dan anjungan mati total gelap gulita dan hanya sinar matahari yang menerangi. Komandan kedua keluar anjungan dan aku merasa lega. kemudian aku lihat bunga Bakung putih dalam Terrarium yang tertutup rapat itu seperti bergerak tertiup angin. Komandan pertama selamat. Ahhh syukurlah. Aku menahan air mata sambil berbicara (dalam hati) kalau Komandan Kedua sudah mengetahui ini semua dan anjungan utama mati total tidak ada supply tenaga dan aku bersama 2 orang anakku tertahan di sini. bisa jadi untuk selamanya. 

tak lama kemudian Bunga bakung itu berwarna sangat terang menyilaukan. diikuti dengan sinar yang kemilau dari Balkon. ternyata Terrarium yang kurawat itu sebuah gate, dari situ Komandan pertama dan kawan-kawan seperjuangannya muncul dan menjemputku dan anak-anakku. 

dan aku terbangun. 
sekian mimpi tanggal 9 januari 2016 ini luar biasa. 
terimakasih  dan maaf belepotan nulisnya
takut diserang lupa hahahaha .... 

Kamis, 16 Mei 2013

sekedar repost ... agar abadi di dunia lain


Jeremy sayang,

Kau benar, mungkin sebaiknya aku mulai talak tiga segala label kecerdasan dan pertemanan. 
Benar, memang hanya sunyi dan tentu saja dirimu yang benar-benar setia. 
Kau tahu itu khan?

Benar apa kata Vadag di 3 november 2004 yang lalu:
(tak banyak arab yg berani berpikir maju sekaligus menahan gejolak hati-1 inci berhenti sebelum menjadi takabbur dan besar kepala......aku hanya menyayangkan potensimu, aida........seorang wanita adalah seorang aib sejarah, asalah tugasnya untuk 'meledakkan' kontroversi itu. kau adalah hulu ledakku. jgn kecewakan aku dengan hanya menjadi narsis standard, kau lebih dari segala sesuatu yg kutakutkan.........)

V, aku membutuhkan dirimu menampar otakku agar berhenti sejenak dan kutenang kembali. 
Hiks ...

Valhalland, 15 Mei 2007