Jumat, 14 Juni 2013

Lucid Dream yang berat juga ...


Lucid Dream 1:

Aku terbangun. tepat jam 3:15. bukan main kagetnya aku mendapatkan mimpi yang engga mudah kujalani. aku saat itu berada disebuah tempat yang tidak di inginkan. semacam lokasi bermain tembak-tembakan. Ada seorang lawan kuat y ang harus kulawan, saat itu pasukannku cuma aku, adikku Ali dan Naya dan mamaku. aku sembunyikan anakku di kamar paling ujung dengan mainan mainannya. Saat musuh datang aku siap siap menembak. Dan terjadilah baku tembak yang lama. Hingga musuh menyerah dan mengeluarkan utusan yang tangguh lagi, cuma satu lelaki. Bajunya seperti baju baja yang tahan tembakan. Dia awalnya mulai menyerang, kita sudah ketakutan tibatiba dia menghilang dan sudah mendekati tempat aku sembunyi bersama mamaku dan anakku. Dia maju dan memanggilku minta bantuan. Aku pun memberinya bantuan meski mamaku udah ketakutan kalau aku akan ditembaknya. Rupanya ada yang lepas di bagian belakang baju bajanya. Setelah kukaitkan, engga sengaja aku menyentuh tangannya. Dingin sekali. Saat itu dia sudah mau mencengkeramku, oh nooo mati aku sebentar lagi. Lalu Lucid Dream: dia salaman saja dan sepertinya ada rasa diantara kita  cuma kita nyadar rintangan yang kita hadang, aku manusa, dia separuh robot. 

dan mimpi pun pindah

Lucid Dream 2:

Aku berada di sebuah taman kecil di atas bukit. Aku di situ untuk melihat apakah mata air baik-baik saja. Kemudian ada ibu-ibu melihat kalau mata air meninggi dan air tambah tinggi dan pegunungan hampir tergenang. Aku pun bingung, ini kalau aku engga turun ke kota kasih kabar, yang di bawah bisa tenggelam. tapi kalau aku ke kota duluan, bisa jadi ku di lahap air di tengah perjalanan karena aku harus tempuh dengan mobil. Aku bingung dan tidak kelihatan satu mobil pun. Kabut semakin tebal dan jarang pandang 1 meter saja. Ini benar benar tidak ada mobil. Aku kalah sampai di sini???? lalu aku Lucid Dream. Aku adakan mobil Jipp hitam di ujung jalan, aku naiki dan melaju cepat dan sangat cepat sehingga aku bisa kasih kabar ke orang orang dibawah sekaligus bawa keluargaku di Jipp dan melaju ke tempat penyelamatan, bukit tinggi disebelahnya. Ternyata, bukit yang satunya rusak karena digali terus batunya sehingga alamnya marah, sedanng bukit tempat kta mau menyelamatkan diri masih perawan dan tidak banyak ditebangi pohon dan masih utuh batu batuannya. 

Merasa tugas selesai, Lucid Dream: aku bangun. Haduh ... berat banget di kepala. 
Ini ditulis langsung begitu bangun (tapi minum dan sujud dulu. kepala berat!)

Maafkan kalau ada salah ketik. Agak malas editing kalau sudah nulis cepat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar