Sabtu, 06 Agustus 2016

terbang ke bulan

Pria pengagum Jamur itu sering datang lewat Lucid. Seperti biasa kita ngobrol tanpa henti seolah tahu bahwa tak banyak waktu yang tersedia. Sesekali rambut ikalnya tertiup angin dan dia mengumpat dengan bahasa yang kocak, bukan umpatan manusia Bumi yang biasa terdengar di Siang hari. Bekas luka sayatan di sebelah kiri wajahnya seperti Lukisan. Beberapa kali dia seperti ingin menyembunyikan, beberapa kali pula aku bilang, 'biarin saja, cakep kok' 
Dan kita bertukar kisah sambil mengunyah daun kemangi. Ya! kemangi! Apa harus mengunyah daun ganja untuk menjadi gila? Kemangi juga bisa. Rasa getirnya menyatukan kita. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar