Rabu, 15 Mei 2013

Diari Mimpi setahun yang lalu (15mei2012): VasDev

Malam ini tidak bisa tidur. Kepala penuh. Mungkin karena usapan Menthol.
Iseng membuka Diari Mimpi dan menemukan ini. Sebuah mimpi bunga tidur tanggal 15 Mei 2012, setahun yang lalu. 


15 May 2012: diary mimpi

(((begitu bangun tidur, langsung nulis. karena tangan masih ndredeg jadi aku langsung ketik. biar cepet dan ingatan mimpi engga hilang)))

Ami alwi, pamanku, datang ke rumah bawa akuarium besar di taruh di atas lemari putih. Besar. Di dalamnya ada manusia berkostum burung Yang terlihat hanya hidungnya, sedang yang lain tertutup kostum. Dia mengapung dan beratraksi dalam aquarium itu. Aku merasa kasihan. Aku tanya gimana ini bawanya, langsung ami alwi cerita dari harga hingga bawanya dari bandara. si manusia burung dalam air itu ternyata bisa dilipat dalam koper, dan akuariumnya di paket sendiri. Aku takjub. Matanya melihat ke arahku. Dalam. Pada awalnya aku kira dia minta tolong untuk dikeluarkan dari aquarium. Tapi lama-lama dia tersenyum dan mulai beratraksi melolong dalam air. Sangat aneh, manusia burung dalam air yang melolong dan mengeluarkan gelembung udara dari mulutnya. Tidak lama, aku lihat, si manusia burung tadi mengeringkan sendiri aquariumnya dan turun. Aku heran kenapa dia di dalam air terus tapi gak kisut atau keriput. Setelah dia turun aku tanya kedia, namanya Vasdev dia bilang dia orang keturunan hindi yang tinggal di pedalaman Amerika Utara. Setelah topeng di lepas terlihat wajahnya, kuning langsat kemerahan seperti orang Indian, hidung mancung, dan bibir yang tipis serta punya mimik orang India. Perpaduan antara Indian dan India.good-looking. 
Dia istirahat di tempat tidur di kamarku, sementara aku main dengan anak perempuanku, Suhaila. Tapi dia tidak bisa lepas pandangan dariku. Tanpa kostum dan hanya menggunakan kain coklat dililit seperti pakaian haji, dia terpulas sambil arah wajah masih  menatapku. Adikku, Nayah pun heran kok kita saling pandang. 
Suatu sore, dia pamit untuk pulang. Barang-barang dia dari mulai aquarium dan kabel-kabel sudah rapi di paket. Aku sedih saat membayangkan dia harus masuk koper kecil lagi untuk kemudian masuk aquarium dan beratraksi di dalamnya selama berhari-hari. Bayangkan! berhari-hari!

"jangan pulang dulu" kataku
"kenapa?" tanyanya 
"kasihan ga tega kamu mengulangi atraksi itu lagi" jawabku
"sudah terbiasa dari sejak lahir" jawabnya. 

sekali lagi matanya seolah membelaiku. 

kemudian berminggu-minggu aku tidak melihatnya. Kangen juga. Sampai suatu hari, aku Suhaila dan suamiku pergi keluar makan ke sebuah restoran. Suamiku sempat berdebat dengan sama pelayan restoran karena waktu minta kursi khusus untuk Suhaila tidak dikasih dengan alasan tidak ada kursi untuk batita. Sementara aku sibuk menyiapkan makanan untuk anakku. Dari kejauhan aku lihat ada rombongan pemuda mendekat. Kira-kira sepuluh orang. Salah satunya aku kenal. Aku lihat tak berkedip. berdegup kencang.

Siapa mereka? tanya suamiku.
Aku engga jawab, cuma menganga aja heran kok ada dia lagi.
Suara suamiku memanggil namaku, sayup sayup. seolah mata Vasdev menghipnotis, aku hendak lari ke arahnya. tapi terhenti karena teringat anakku. Aku langsung balik ke haila dan menggendongnya. Aku masih dengar suara suamiku membentak. 

siapa dia?!

Sebelum aku sempat menjawab, Vasdev sudah berada dihadapanku. Dengan pandangan yang sama saat kita bertemu. Aku dan anakku dipeluknya erat-erat dan meninggalkan tempat itu.

Lama kemudian, suatu hari, aku bangun di sebuah pagi, hujan rintik-rintik, dan melihat vasdev sedang menyiram pohon palem di dekat pintu rumah. Kita menikah.


((((aku terbangun, ternyata ini cuma mimpi))))

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar